Selasa, 11 Juli 2017

ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatan, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.


Kegelisahan dapat diketahui dari gejala tingkah laku seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung, dan malas bicara.

Gelisah Karena Dosa

Dosa adalah sebuah benih yang menumbuhkan kegelisahan dan rasa sedih, batin akan terasa sempit terhimpit dan tiada pernah tenang, jiwa akan terus berteriak dan berontak karena rasa gelisah dan sedih yang tak kunjung sirna. Akhirnya ia pun menempuh  berbagai   cara demi ketenangan batin dan hilangnya rasa sedih dan gundah.

Namun sangat disayangkan, jalan yang mereka tempuh bukanlah jalan yang lurus yang akan membawanya pada keselamatan dan kebahagiaan, akan tetapi jalan sesat yang dianggapnya bisa mengakhiri semua rasa gelisah dan sedih yang terus menyelimuti dirinya. Ia mengira jalan instant yang ditempuahnya bisa memupus semua musibah yang sedang menimpanya.

Tapi ternyata jalan itu membawanya kepada kesengsaraan yang berlipat dan kebinasaan yang tak terelakan. Jalan yang mereka tempuh tidak lain adalah mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Orang yang membunuh diri dengan tangannya sendiri, maka pada hari kiamat ia akan disiksa dengan alat yang digunakan untuk membunuh dirinya. Rasulullah SAW telah bersabda:

من قتل نفسه بحديدة فحديدته فى يده يتوجأ بها فى بطنه فى نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن شرب سما فقتل نفسه فهو يتحساه فى نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا ومن تردى من جبل فقتل نفسه فهو يتردى فى نار جهنم خالدا مخلدا فيها أبدا

[ Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan besi, maka tangannya akan melukai perutnya sendiri dengan besi itu di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan cara minum racun, maka ia akan terus meminumnya di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa melompat dari tebing untuk bunuh diri, maka ia akan terus terjatuh di neraka jahanam dan ia kekal di dalamnya selama-lamanya ] [ HR. Muslim ; 313 ]

Dapat kita analisa dari hadist di atas bahwa manusia di larang keras oleh Allah SWT dan Rosulullah SAW untuk membunuh diri nya sendiri dengan cara apapun. kita berlindung kepada Allah darinya bukanlah cara yang dibenarkan dalam islam untuk menghilangkan rasa gundah dan sedih akibat melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Bahkan islam sangat mengharamkan cara-cara ini apapun bentuknya, dan bagi mereka yang melakukannya diancam dengan siksaan yang sangat pedih di neraka jahanam.

Cara instant semacam ini adalah cermin orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan ia merupakan bagian dari sikap berputus asa akan rahmat Allah yang sangat luas, Ia tidak akan mendapatkan apa-apa melainkan kerugian dan kesengsaraan.

Kegelisahan dan kesedihan ini akan terus berlanjut hingga hari kiamat. Saat itu rasa cemas, tidak aman, dan sedih adalah sebuah kelaziman baginya. Dan itulah sejatinya buah yang ia rasakan di dunia, gelisah dan sedih yang hakiki, karena siksa yang pedih sudah di ambang mata, dan tidak mungkin untuk menghilang dari hadapannya. Ia pun menjadi keguncangan jiwa dan rasa sedih yang  tak bertepi, tak terobati dan akan terus meliputi dirinya.

Dengan demikian, ia terkubur dalam dua kesengsaraan, di dunia dan di akhirat. Jadilah dirinya seorang yang benar-benar merugi, sengsara, dan merana jiwa raganya tanpa terobati.